Tuesday, April 8, 2014

ekstraksi dam pengujian aktivitas amilase

BAB IV
EKSTRAKSI DAN PENGUJIAN AKTIVITAS AMILASE

A.      Pre Lab
1.      Mengapa enzim amilase bisa didapatkan pada kecambah biji-bijian?
Karena pada kecambah biji bijian mengandung banyak protein. Selama proses perkecambahan biji melakukan aktivitas metabolism. Metabolisme biji berkaitan dengan kegiatan enzim. Enzim amilase yang ada diplasma sel diperlukan biji pada proses metabolisme senyawa pati yang berfungsi mengkatalisa pemecahan (hidrolisis) senyawa pati menjadi uala sederhana yang larut dalam air yang diperlukan untuk perkecambahan dan pertumbuhan biji. Beta amylase yang ada pada kecambah biji – bijian tersebut mengubah pati menjadi maltose melalui proses hidrolisis (Sari,2004)

2.      Jelaskan prinsip pengukuran aktivitas enzim amilase secara kuantitatif pada percobaan ini?
Prinsip pengukuran kuantitatif ialah didasarkan pada perhitungan gula pereduksi dari hasil hidrolisis pati dengan mengukur laju reaksi. Aktivitas amilase dari enzim kasar ditentukan dengan cara mengukur jumlah gula pereduksi yang dihasilkan oleh aktivitas hidrolisis  pati. Satu unit aktivitas amilase adalah banyaknya enzim yang dapat menghasilkan 1 µg glukosa permenit per ml larutan enzim pada kondisi pengujian yang dilakukan (Naiola,2008). Tujuannya ialah untuk mengetahui aktivitas enzim amilase pada varietas kacang hijau dari sampel yang mengalami perlakuan yang berbedadengan penggunaan substart pati. Kemudian aktivitas enzim amilase dapat diketahui melalui persamaan matematik standar maltosa dengan regresi linier dan dihasilkan grafik standar.

3.      Bagaimana cara mengidentifikasi secara kualitatif bahwa telah terjadi reaksi enzimatis pada percobaan ini?
Cara mengidentifikasinya ialah telah terjadi perkecambahan pada sampel ialah mengalami perubahan warna dan dihasilkan endapan. Biasanya parameter yang diamati antara lain air dan kadar protein tunas; pH; dan aktivitas alfa-amilase (Anna,2007)


B.      Diagram Alir
Ekstraksi enzim amilase
·         persiapan sampel
 Bahan
 




ditimbang biji kacang hijau 50 g

disiapkan sesuai masing – masing perlakuan berikut :

10 g kacang hijau kering

10 g kacang hijau direndam semalam 12 jam

10 g kacang hijau dikecambahkan 12 jam

10 g kacang hijau dikecambahkan 24 jam

10 g kacang hijau dikecambahkan 48 jam

   Hasil
 













·         Ekstraksi enzim amilase
 Bahan
 


                                                                          

Sampel dihancurkan dan ditimbang 5 g
50 ml buffer asetat (0,1 – 0,5 M)
pH 5,5

 


Dibiarkan 30 menit sambil
 sesekali diaduk

Disaring dengan kertas saring Whatman

Disentrifugasi 1500 rpm selama 30 menit

Supernatanya diambil untuk uji aktivitas

   Hasil
 



Pengujian Aktivitas Enzim Amilase
·         Persiapan substrat pati
  Bahan
1 g soluble starch (Merck)
 




 Dilarutkan ke dalam 100 ml air

Larutan diaduk dan dipanaskan hingga
kenampakannya jernih dan homogen

   Hasil
 





·         Pengukuran aktivitas enzim hasil ekstraksi
  Bahan
1 ml larutan substrat pati
 




1 ml enzim hasil ekstraksi

Diinkubasi 3 menit suhu optimum 30o
2 ml DNS (3,5 dinitro salisic acid)
 


20 ml akuades
                                                 Dipanaskan sampai mendidih,
didinginkan cepat pada air mengalir
                                                                          
Serapan diukur dengan spektrofotometer
panjang gelombang 550 nm

Kadar maltosa dihitung dari plotting
regresi linier standar maltosa

Pembuatan larutan standar glukosa

50 mg maltosa

50 ml buffer HCl

                                                                                                                    
                                                                                                    
 



Diencerkan hingga diperoleh
stock standar konsentrasi 1000 ppm

Dilakukan seri pengenceran dihasilkan
larutan standar maltosa 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm,
300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm
                                                                                                                 
3 ml DNS

1 ml larutan stok standar

Campuran diinkubasi pada water bath suhu 40o 15 menit

Larutan didinginkan & diukur absorbansinya
pada panjang gelombang 550 nm

Persamaan matematik standar maltosa dengan regresi linier

 Hasil

 


























C.      Hasil dan Pembahasan
1.1  Kurva standar dan kurva sampel
Konsentrasi (ppm)
Absorbansi
0 ppm
0,09
100 ppm
0,115
200 ppm
0,218
300 ppm
0,322
400 ppm
0,4
500 ppm
0,435
600 ppm
0,577

Kurva standar
Persamaan regresi linier standar Y = 0,081x – 0,018
·         Kacang hijau kering             
Y = 0,081x – 0,018
0 = 0,081x – 0,018
            0,081x = 0,018
            x = 0,018/0,081
            x = 0,22 M
·         Kacang hijau direndam 12 jam
Y = 0,081x – 0,018
0,089 = 0,081x – 0,018
0,081x = 0,018 + 0,089
0,081x = 0,107
x = 0,107/0,081
x = 1, 3209 M
·         Kacang hijau dikecambahkan 12 jam
Y = 0,081x – 0,018
0,106 = 0,081x – 0,018
0,081x = 0,106 + 0,018
0,081x = 0,124
x = 0,124/0,081
x = 1,5308 M
·         Kacang hijau dikecambahkan 24 jam
Y = 0,081x – 0,018
0,157 = 0,081x – 0,018
0,081x = 0,018 + 0,157
0,081x = 0,175
x = 0,175/0,081
x = 2,1605 M
·         Kacang hijau dikecambahkan 48 jam
Y = 0,081x – 0,018
0,144 = 0,081x – 0,018
0,081x = 0,018 + 0,144
0,081x = 0,162
x = 0,162/0,081
x = 2 M
Konsentrasi
Absorbansi
0,22
0,00
1,3209
0,089
1,5306
0,106
2,1605
0,157
2
0,144






Kurva sampel
Persamaan regresi linier sampel Y = 0,090x – 0,017
1.2  Perhitungan
Aktivitas enzim alfa-amilase = Cx 1/T x 1 unit/1 mikromol
 



Keterangan :
C = konsentrasi maltosa per ml ekstrak enzim (mikromol)
T = waktu inkubasi (menit)
1 unit enzim alfa-amilase = besarnya aktivitas enzim yang dibutuhkan untuk membebaskan 1 mikromol maltosa per menit per ml enzim
·         Kacang hijau kering
Aktivitas enzim = 0,22 x 1/3 x 1 unit/1 mikromol
                            = 0,0733 mikromol
·         Kacang hijau direndam 12 jam
Aktivitas enzim = 1,3209 x 1/3 x 1 unit/1 mikromol
                            = 0,4403 mikromol
·         Kacang hijau dikecambahkan 12 jam
Aktivitas enzim = 1,5306 x 1/3 x 1 unit/1 mikromol
                            = 0,5102 mikromol
·         Kacang hijau dikecambahkan 24 jam
Aktivitas enzim = 2,1605 x 1/3 x 1 unit/1 mikromol
                            = 0,72016 mikromol
·         Kacang hijau dikecambahkan 48 jam
Aktivitas enzim = 2 x 1/3 x 1 unit/1 mikromol
                            = 0,6666 mikromol

1. 2 Tuliskan hasil pengamatan dari percobaan!

Sampel
Aktivitas Enzim
Biji kering
0,0733 mikromol
Biji direndam
0,4403 mikromol
Kecambah umur 12 jam
0,5102 mikromol
Kecambah umur 24 jam
0,7201 mikromol
Kecambah umur 36 jam
0,6667 mikromol

2.      Analisa prosedur
Langkah yang pertama yaitu menyiapkan alat – alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum yaitu untuk persiapan sampel dibutuhkan mortar, kertas saring, sentrifuse, karet hisap, pipet volume 1 ml, beaker glass 250 ml, tabung reaksi dan rak, waterbath, spektrofotometer, kuvet dan bahannya yaitu biji kacang hijau kering, buffer setat (0,1 – 0,5 M) pH 5,5, kertas saring. Sedangkan untuk ekstraksi dibutuhkan pipet volume, waterbath, spektrofotometer dan bahan reagen DNS. Yang pertama ialah persiapan sampel. Sampel terdiri dari lima macam yaitu kacang hijau kering, kacang hijau  direncam 12 jam, kacang hijau dikecambahkan 12 jam, kacang hijau dikecambahkan 24 jam, dan kacang hijau dikecambahkan 48 jam.
Masing – masing sampel dihaluskan menggunakan mortar sampai halus. Kacang hijau dihaluskan terlebih dahulu karena enzim amilase berada didalam plasma sel sehingga disebut dengan endoamilase. Setelah itu sampel ditimbang sebanyak 5 gram kemudian ditambahkan 50 ml buffer asetat pH 5,5 yang fungsinya untuk mempertahankan pH sampel, dibiarkan selama 30 menit. Lalu disaring dengan kertas Whatman dilanjutkan dengan sentrifugasi 1500 rpm selama 30 menit, setelah itu supernatannya diambil untuk uji aktivitas. Dalam ekstraksi enzim amilase dibutuhkan substrat pati sebagai substratnya. Substrat pati yang digunakan 1%. Ekstrak enzim yang sudah dibuat tadi fungsinya sebagai katalis yang akan mempercepat laju hidrolisis pati. 1 ml enzim hasil ekstraksi tersebut ditambahkan dengan 1 ml larutan substrat pati 1% kemudian diinkubasi 3 menit pada suhu optimum 30o.
Langkah selanjutnya ditambah dengan 2 ml DNS (3,5 dinitro salicilic acid) kemudian dipanaskan sampai mendidih, lalu didinginkan cepat pada air mengalir dan ditambah 20 ml akuades. Ketika ditambahkan DNS warnanya kuning kecokelatan namun setelah dipanaskan berubah menjadi merah bata. Reagen DNS mendeteksi adanya gula reduksi dalam sampel berupa disakarida dalam bentuk maltosa dari hasil hidrolisis substrat pati oleh enzim amilase. Serapan diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 550 nm. Kemudian dilakukan perhitungan kadar maltosa yang kali ini dilakukan oleh asisten praktikum.
Setelah melakukan praktikum, selanjutnya ialah perhitungan. Diawali dengan pembuatan kurva standar telah diberi data berupa konsentrasi ppm dan absorbansi, kemudian dihasilkan persamaan. Absorbansi yang dihasilkan sampel menggunakan spektrofotometer merupakan sumbu y, sedangkan x yang dicari merupakan konsentrasi dari setiap sampel. Kemudian dibuat kurva dan didapatkan persamaan. Selanjutnya perhitungan aktivitas enzim dengan rumus diatas sehingga didapatkan nilai aktivitas enzim.
3.      Perbandingan sampel dengan literatur
Dilihat dari perhitungan aktivitas enzim diatas, dihasilkan bahwa aktivitas enzim dari kacang hijau kering sebesar 0,0733 mikromol; kacang hijau direndam 12 jam aktivitas enzimnya sebesar 0,4403 mikromol; kacang hijau dikecambahkan 12 jam sebesar 0,5102 mikromol; kacang hijau dikecambahkan 24 jam sebesar 0,7201 mikromol; dan kacang hijau dikecambahkan 48 jam sebesar 0,6667 mikromol. Menurut (Suarni,2007) semakin lama biji kacang hijau dikecambahkan, maka aktivitas enzim amilase nya akan semakin bartambah hal ini disebabkan karena enzim menghidrolisis sari – sari makanan (pati) dalam biji sehingga kecambah yang umurnya lebih lama melibatkan enzim dalam menghidrolisis juga semakin banyak. Sedangkan untuk biji kering aktivitas enzimnya sangat kecil karena pada biji kering belum ada aktivitas metabolisme. Jika dikaitkan dengan hasil praktikum diatas, bahwa memang tepat, pada biji kering aktivitasnya sangat kecil, dan untuk kacang hijau yang direndam dan dikecambahkan aktivitasnya semakin bertambah seiring bertambahnya usia kecambah.
Jika diurutkan dari paling besar sampai paling kecil ialah sebagai berikut kecambah 24 jam; kecambah 48 jam; kecambah 12 jam; direndam 12 jam; dan biji kering. Terdapat sedikit perbedaan dengan literatur, yaitu kecambah 24 jam lebih tinggi aktivitasnya daripada kecambah 48 jam. Hal itu dapat terjadi karena mungkin saat penghancuran biji kacang hijau enzim dalam biji kecambah 24 jam lebih banyak dari biji kecambah 48 jam sehingga saat diberi akuades enzimnya aktif atau karena pengaruh keberadaan kofaktor atau koenzim yang dibantu kerja enzim.
Aktivitas enzim juga menunjukkan banyaknya maltosa yang dapat dibebaskan akibat reaksi substrat pati dengan enzim milase. Jadi semakin tinggi aktivitas enzim dari biji tersebut maka maltosa yang dihasilkan juga semakin banyak. Sehingga maltosa dalam biji yang sudah dikecambahkan lebih banyak daripada biji dalam keadaan kering (Ramansyah,2004)
4.   Faktor – faktor yang memengaruhi aktivitas enzim amilase.
Faktor – faktor yang memengaruhi aktivitas enzim amilase antara lain
1.      Suhu. Suhu yang terlalu tinggi akan mendenaturasi enzim sehingga bagian aktif enzim terganggu dan menurunkan konsentrasi serta aktivitas enzim.
2.      pH. pH efektif umumnya 4,5 – 8. pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan membuat enzim nonaktif secara irreversible karena denaturasi protein.
3.      Konsentrasi enzim. Konsentrasi enzim pada subsrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim.
4.      Konsentrasi substrat. Umumnya konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi akan tetapi pada batas tertentu tidak terjai peningkatan kecepatan reaksi walaupun konsentrasi substrat diperbesar.
5.      Adanya zat inhibitor. Adanya zat inhibitor akan menghalangi sisi aktif enzim bergabung dengan substrat yang spesifik sehingga reaksi antara substrat enzim terganggu.
5.   Kesimpulan
Prinsip menguji aktivitas enzim amilase dari kecambah biji – bijian dimana aktivitas enzim amilase ditunjukkan dan diukur dari banyaknya maltosa yang terbentuk setelah substrat pati diinkubasi dengan enzim amilase. Aktivitas enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu suhu, pH, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, dan zat inhibitor. Semakin lama usia kecambah maka atkivitas enzim semakin tinggi dan sebaliknya. Dari hasil praktikum dapat disimpulkan aktivitas enzimnya dari paling besar sampai paling kecil ialah sebagai berikut kecambah 24 jam; kecambah 48 jam; kecambah 12 jam; direndam 12 jam; dan biji kering dengan hasil kacang hijau kering sebesar 0,0733 mikromol; kacang hijau direndam 12 jam aktivitas enzimnya sebesar 0,4403 mikromol; kacang hijau dikecambahkan 12 jam sebesar 0,5102 mikromol; kacang hijau dikecambahkan 24 jam sebesar 0,7201 mikromol; dan kacang hijau dikecambahkan 48 jam sebesar 0,6667 mikromol.



DAFTAR PUSTAKA
Anna Poedjiadi, 2007.Dasar – Dasar Biokimia.Jakarta:UI-Press
Naiola, Elidar.2008.Mikrobia Amolitik pada Nira dan Laru dari Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.Jurnal BiodiversitasVol 9. No 3, Hal 165-168
Ramansyah, Maman dan I Made Sudiana. 2004. Optimasi Analisis Amilase Dan Glukanase Yang Diekstrak Dari Miselium Pleurotus ostreatusDengan Asam 3,5 Dinitrosalisilat. Berk. Penel. Hayati: 9 (7-12). 2003
Sari, Lucia dwi Amartina.2004. Hubungan Aktivitas Enzim Amilase Dengan Perkecambahan  Tiga Varietas Kedelai ( Glycine Max (L) Marill) yang Berbeda. Undergraduate thesis, FMIPA Undip.

Suarni dan Rauf Patong.2007. Potensi Kecambah Kacang Hijau sebagai Sumber Enzim Α-Amilase. Indo. J. Chem., 2007, 7 (3), 332-336

No comments:

Post a Comment